SISWA SMADA MENUJU ISTANA MERDEKA

Siswa UPTD SMA Negeri 2 Pare dari Kelas  XI MIA 5, MELINNIA HILDA MARETA namanya, putri dari Bapak PURDIMAN dan Ibu R. SRI RAHAYU yang betempat tinggal di Ds. Sekaran Kec. Kayen Kidul Kab. Kediri ini, terpilih sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA) di tingkat  Nasional.

Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan Mental dan Kesehatan untuk Hilda selama masa karantina samapi nanti waktu pelaksanaan tanggal 17 Agustus 2016 di Istana Negara. Aamiin. Selamat berjuang, doa kami semua menyertaimu.


Paskibraka Kabupaten Kediri Menorehkan Tinta Emas

Melinnia Hilda Mareta, siswi kelas 11 SMA Negeri 2 Pare ini berhasil menjadi satu-satunya Paskibraka yang mewakili Kabupaten Kediri di Tingkat Nasional. Perasaan haru dan bangga menyelimuti keluarga besar siswi yang akrab dipanggil Hilda ini. Saat ditemui di kediamannya Desa Sekaran Kecamatan Kayen Kidul Sang Ibu tidak henti-hentinya meneteskan airmata bangga bahwa putrinya mampu mengukir prestasi Nasional.

Anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Purdiman dan Ribut Sri Rahayu ini dikenal sebagai anak yang ceria dan supel dalam pergaulan disekolah maupun dirumah, hal itu sangat dirasakan oleh Hasna sahabat karibnya disekolah. Hasna mengatakan semua teman-teman sangat senang dan bangga Hilda mampu menembus Paskibraka Tingkat Nasional.

melinnia 3

Bentuk dukungan yang kami berikan untuk Hilda hanyalah dengan do’a dan mensuportnya agar tidak pesimis dalam meraih sebuah prestasi. Berkat dukungan dari teman-teman Hilda menjadi optimis dan semangat dalam mengikuti seleksi Paskibraka 2016 tersebut.

R. Sri Rahayu mengatakan saat mendengar bahwa Hilda lolos seleksi Tingkat Nasional rasanya sampai gemeteran, tidak percaya puri saya menjadi kebanggaan kita semua. Hilda itu memiliki kedekatan dengan saya, setiap hari arahan-arahan selalu saya berikan agar Hilda menjadi yang terbaik. Tutur Ribut

Begitu juga Purdiman sang ayah, mengatakan saat saya berkomunikasi dengan Hilda lewat telefon ternyata hari ini (27/7), dia didapuk menjadi Pembaca Dharmamulia Putra Indonesia didepan Menpora Imam Nahrowi. Itu merupakan capaian yang sangat luar biasa, terang Purdiman.

melinnia 2

Camat Kayen Kidul Syaiful Huda saat mendampingi Tim Kominfo Rabu (27/7), di kediaman Purdiman berpesan bagi seluruh anak-anak agar mencontoh serta meneladani apa yang telah diraih oleh Hilda. Dengan mengatur pola hidup disiplin pasti akan mampu mencapai kesuksesan.

Dengan disiplin dan tekun dalam belajar maka akan lahir Hilda lainya yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Kediri. Mumpung masih muda kita harus selalu menjaga fisik dan kesehatan dan yang terpenting jangan pernah menyentuh apa yang namanya narkoba. Tutur Syaiful Huda

Perasaan bangga juga disampaikan oleh Bupati Kediri dr. Hj Haryanti Sutrisno, saat acara di Pendopo Kabupaten Kediri mengumumkan bahwa Kabupaten Kediri memiliki wakil Paskibraka di Tingkat Nasional yaitu Melinnia Hilda Mareta. (Kominfo).

sumber dari  hhtp://kedirikab.go.id


Berikut nama-nama yang lolos menjadi Paskibraka Nasional 2016:

1. Aceh: Rayhan Aditya Ramadhan
2. Aceh: Cut Aura Maghfirah Putri
3. Sumatera Utara:  Arsy Ardan Lubis
4. Sumatera Utara: Fitri Faujiah
5. Sumatera Barat: Muhammad Fachri
6. Sumatera Barat: Janatun Maqwa
7. Riau: M. Elzi Febriantino
8. Riau: Dinda Kamia Evkha Putri
9. Kepulauan Riau: Achmad Aridkara
10. Kepulauan Riau: Fionna Sharleen

11. Jambi: Aldi Trikurniawan
12. Jambi: Sheila Roespinanda
13. Sumatera Selatan: Tri Wahyu Hambrata
14. Sumatera Selatan:  Jennifer Gresyana Soputan
15. Bangka Belitung: Muhammad Ridho Agung
16. Bangka Belitung: Andrea Nuzulia
17. Bengkulu: Ilham Massaid
18. Bengkulu: Tasya Nabilah
19. Lampung: Ridho Ardiansyah
20. Lampung: Sahara Nugra Diani

21. DKI Jakarta: Amarik Fakhri Marliansyah
22. DKI Jakarta: Nilam Sukma Pawening
23. Jawa Barat: Alldi Padlyma Allamurochman
24. Jawa Barat: Gloria Natapradja Hamel
25. Banten: Muhammad Aditya Ersyah Lubis
26. Banten: Audrey Gabriella Yudiono Putri
27. Jawa Tengah: Stanley Otniel Nagatan
28. Jawa Tengah: Tabriza Aqila Taqiyya
29. D.I Yogyakarta: Muhamad Rival Hidayat
30. D.I Yogyakarta: Adinda Awliya

31. Jawa Timur: Moch. Alvin Faruq Asshegaff
32. Jawa Timur: Melinnia Hilda Mareta
33. Bali: Komang Arya Ananta, S.P
34. Bali: A.A. Sg. Saviti Mahawishwa Karmani
35. Nusa Tenggara Barat: Biyan Kamaruzzaman
36. Nusa Tenggara Barat: Loly Marissa Pratami
37. Nusa Tenggara Timur: Daniele Parlindungan Kause
38. Nusa Tenggara Timur: Betrik Priscilla Fernandez
39. Kalimantan Barat: Muhammad Akbar
40. Kalimantan Barat: Nazya Martha

41. Kalimantan Tengah: Bima Arivaza Danurahman
42. Kalimantan Tengah: Bela Ananda Anugrahni
43. Kalimantan Selatan: Abu Assadiki Ujudillah
44. Kalimantan Selatan: Lawrenza Fifiyen Gafuri
45. Kalimantan Timur: Gery Yulisan  Ramadhan
46. Kalimantan Timur: Jeanne Rahmawati Sari
47. Kalimantan Utara: Wahyu Brata
48. Kalimantan Utara: Musvika
49. Sulawesi Utara: Reyvelino Sasiang
50. Sulawesi Utara: Krisan Valerie Sangari

51. Sulawesi Barat: Chandra Gunawan
52. Sulawesi Barat: Ade Yuliana Iswan
53. Sulawesi Tengah: Ahmad Syaifullah Said
54. Sulawesi Tengah: Lvana Bianti Lumanga
55. Sulawesi Tenggara: Syukran Maulana
56. Sulawesi Tenggara: Beatrix Tinduka
57. Sulawesi Selatan: Andi Tendri Sumpala
58. Sulawesi Selatan: Almira Bellinda P
59. Gorontalo: Rahmat Duhe
60. Gorontalo: Febiola Rauf

61. Maluku: Laurensius G.R. Rentanubun
62. Maluku: Ayu Astria Umalekhoa
63. Maluku Utara: H. Argo Widyantama
64. Maluku Utara: Kartika Ridwan
65. Papua Barat: Daniel D.H. Sayori
66. Papua Barat: Fifia Filafani Irjouw
67. Papua: Arnaldi Doncorys Waroy
68. Papua: Manasena Susana Gibannebit Giban

SUMBER : http://news.liputan6.com/read/2561154/daftar-68-peserta-yang-lolos-seleksi-paskibraka-nasional-2016

 

JUARA II TINGKAT JAWA TIMUR LCC EMPAT PILAR MPR RI

Siswa-Siswi SMA Negeri 2 Pare meraih Juara II Tingkat Jawa Timur dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilat MPR RI pada tanggal 21-22 Juli 2016 di Surabaya. Selamat dan Sukses untuk kalian.

 

Sedikit cerita dari sang JUARA

Perjuangan ini kami awali ketika kami mendapat surat tentang LCC 4 Pilar MPR RI 2016 pada bulan April, namun baru kami terima pada bulan juni. Kami tidak tau ada kendala apa, tapi yang terpenting kami segera mempersiapkan untuk lomba ini.

Di bulan Juni, saat kami Pondok Romadhon, kami menjalani seleksi tingkat sekolah. Setelah itu kami mulai menjalani bimbingan. Saat teman-teman kami yang lain bisa merasakan asiknya liburan, kami harus merelakan liburan itu demi pencapaian yang maksimal. Karena kami sadar bahwa setiap keberhasilan pasti butuh pengorbanan.

Bimbingan berjalan lancar sampai suatu ketika saat kami mengetahui bahwa sebenarnya ada ketentuan pengambilan materi ke Surabaya. Selama ini kami bimbingan hanya dengan hafalan UUD 1945, TAP MPR RI dan juga materi dari seleksi Kabupaten tahun yang lalu. Hati kami serasa terguncang, ditambah lagi ketika kami menghubungi pihak Dinas Pendidikan Provinsi, ternyata yang belum mengambil materi hanya dari Kabupaten Kediri. Yaaaa itu cukup membuat kami shockkk!

Tapi apalah daya, kami baru bisa mengambil materi lomba ke Surabaya H-7 sebelum lomba dilaksanakan, karena terhalang libur Hari Raya Idul Fitri. Selama itu juga kami belum bisa merasakan ketenangan. Selalu terbayang dan ada sedikit rasa pesimis, bisakah kita meraih juara (?) karena kami sudah merasa kalah start. Apalagi kami baru tau bahwa babak yang pertama adalah topik kasus, sementara yang kami pelajari adalah soal tematik. Ya sudahlah, yang lalu biarlah berlalu, kita harus bangkit lagi, menatap masa depan, berusaha mencapai masa yang gemilang.

Kali ini langsung saja kami ceritakan saat hari keberangkatan kami lomba. Tepatnya pada kamis, 21 Juli 2016. Kami diberi arahan dan wejangan oleh Bapak Wakil Kepala Sekolah dan asisten wakasek, Pak Heru dan Pak Didik, beliau mengatakan bahwa mereka sangat berharap agar kami bisa mengharumkan nama SMAN 2 Pare di Tingkat Provinsi. Keduanya paham dengan segala yang telah terjadi pada kami, namun mereka juga bilang bahwa Allah tau bagaimana perjuangan kami, dan kami harus yakin bisa melakukan yang terbaik. Soal hasil hanyalah kuasa Allah. Namun kita harus berusaha dan berdoa semoga apa yang telah kita lakukan di ridhoi oleh Allah.

Di perjalanan tak henti mulut kami melontarkan pasal-pasal dari awal hingga akhir. Yaaaahhh cuma ini yang bisa kami lakukan, selain berdoa dan tetap tawakal. Kami sampai di Grand Park Hotel Surabaya pada pukul 12.00 WIB, kami langsung check in dan langsung menuju ke kamar, istirahat sejenak, menata barang2 kami dan langsung belajar lagi. Singkat cerita, kami harus ke Hall pada jam 16.00 untuk upacara pembukaan. Semua berjalan dengan lancar, pembukaan ini dihadiri oleh para petinggi Negeri, Sekjen MPR RI, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, serta seluruh peserta dari 9 sekolah yang sudah lolos ke tingkat Provinsi Jawa Timur.

Kesenangan bisa merasakan nyamannya hotel, sirna seketika saat kami diberi tahu oleh guru pembimbing kami, Bu Eni, bahwa lomba ini seharusnya diikuti oleh siswa kelas xi dan/atau kelas x, sedangkan 8 dari 10 siswa smada pare adalah kelas xii semua. Pesimis kami kembali lagi, padahal kami sudah mulai percaya diri. Tetapi hal itu tidak berlangsung lama, ternyata dari sekolah lain juga ada yang mengirimkan perwakilan peserta kelas xii, kami bisa kembali tenang. Huffttttttt

Technical Meeting 1 sampai kedua berjalan mulus, namun hati ini kembali berdebar saat pengundian tahap penyisihan, kami harus bersaing dengan SMAN 5 MADIUN dan SMA 10 Sampoerna Malang. Huaaaaaaaaaaaa……..pesimis kami makin besar, dada mulai sesak, serasa sangat jauh dari kata JUARA. Tapi, ya itulah yang terbaik dari Allah, siapa tau Allah punya rencana lain.

Pagi harinya kami yang tampil pada putaran penyisihan pertama merasa semakin dan semakin pesismis saat babak awal yaitu babak yel-yel, SMA 10 Sampoerna Malang menampilkan yel yelnya yang sangat bagus, terstuktur, dan sangat semangat. Namun meskipun begitu kami ga mau kalah. Kami PASTI BISAAAAAAAA.

Sampai tahap terakhir kami tidak menyangka kami meraih juara 2 pada penyisihan I. Masih ada harapan untuk kami bisa berlanjut ke babak semi final. Namun, kami masih harus merasakan kekhawatiran selama babak penyisihan 2 dan 3 belum berakhir. Karena apabila 3 regu dari SMA yang lain mendapat point lebih banyak dari point kami, maka musnah sudah semua harapan. Huaaaaaaaahhhh

Anugrah dari Allah membuat kami tak bisa berkata-kata, tetesan air mata keluar begitu saja karena bahagia bercampur haru, meski belum tentu kami pemenangnya. Hahahahaha. Nasib kami yang diujung tanduk ini telah terselamatkan dengan doa dari orang-orang terkasih kami.

Bersambunggggggg…………. to be continue sooonnnn